Surat At-Taghābun
(The Mutual Disillusion) - سورة
Sahih International
Your wealth and your children are but a trial, and Allah has with Him a great reward.
Muhsin Khan
Your wealth and your children are only a trial, whereas Allah! With Him is a great reward (Paradise).
Mendidik Anak-Anak
Allah SWT berfirman:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa 4:9)
Di antara peran dan tanggungjawab seorang wanita muslimah adalah memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Hendaknya juga seorang wanita muslimah takut dan khawatir jika meninggalkan keturunan yang lemah; baik lemah finansialnya ataupun lemah akal dan pendidikannya. Dan lemah pendidikan harus lebih diperhatikan daripada lemah harta dan finansialnya.
Dan pendidikan anak sangat disarankan dimulai sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Ketika sang ibu rajin beribadah, insya Allah, kelak janin yang dikandungnya akan menjadi ahli ibadah. Ketika sang ibu rajin membaca Al Qur’an, insya Allah, kelak anak yang dilahirkannya pun akan mencintai Al Qur’an. Dan ketika sang ibu sangat berhati-hati menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan, insya Allah, kelak anaknya pun akan menjadi hamba-Nya yang ihsan. Karena itu tidak keliru kalau ada yang mengatakan: “Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya”.
Betapa besarnya peranan seorang wanita dalam mencetak generasi rabbani. Sebagaimana visi pernikahannya untuk menjadikan rumah tangga sebagai lahan tumbuhnya generasi yang akan menegakkan panji Islam. Generasi yang tumbuh dalam rumah tangga yang menjadi pusat kaderisasi terbaik.
Ketika sang anak hadir ke dunia, sebuah tugas sangat berat telah diemban di pundak seorang ibu. Tugas mendidiknya, membekalinya dengan life-skill, agar kelak anaknya siap terjun ke dunia yang berubah dengan cepatnya setiap hari. Sepuluh atau 15 tahun lagi, akan sangat berbeda kondisinya dengan masa kini.
Ketika sang anak mulai banyak bertanya, “Ini apa?”, “Itu apa?”, ”Kenapa begini?”, Kenapa begitu?”, seorang ibu dituntut untuk dapat memberikan jawaban yang terbaik. Jawaban yang tidak mematikan rasa ingin tahu anak, bahkan sebaliknya, jawaban yang membuat anak semakin terpacu untuk belajar.
Masa yang penting ini, yang disebut golden-age, masa di mana anak sangat mudah menyerap segala informasi, belajar tentang segala sesuatu. Dan ibu adalah orang yang terdekat dengan anak, yang lebih sering berinteraksi dengan anak. Menjadilah ibu sebagai sumber ilmu, pendidik pertama bagi anak-anak, yang menanamkan pondasi awal dan utama bagi generasi yang akan menjadi pemimpin masa depan ini.
Ketika anak mulai memasuki dunia sekolah, tugas ibu tak lantas menjadi tergantikan oleh sekolah. Bahkan sang ibu dituntut untuk dapat mengimbangi apa yang diajarkan di sekolah.
Peran yang demikian strategis ini, menuntut wanita untuk membekali dirinya dengan ilmu yang memadai. Maka, wanita harus terus bergerak meningkatkan kualitas dirinya. Karena, untuk mencetak generasi yang berkualitas, dibutuhkan pendidik yang berkualitas pula. Hal itu berarti, seorang wanita tidak boleh berhenti belajar.
Wanita adalah lembaga pendidikan bila dipersiapkan, darinya akan lahir pemuda-pemuda berjiwa mulia. Duhai ukhti muslimah, teruslah mencari ilmu, bekali dirimu dengan ilmu. Ilmu yang dapat meluruskan aqidah, menshahihkan ibadah, membaguskan akhlaq, meluaskan tsaqafah, membuat mandiri, tidak bergantung pada orang lain sekaligus bermanfaat bagi orang lain.
Teladanilah wanita Anshar yang tidak malu bertanya tentang masalah agama. Teladanilah para sahabiyah yang bahkan meminta kepada Rasulullah untuk diberikan kesempatan di hari tertentu khusus untuk mengajari mereka. Sehingga, akan bermunculan kembali Aisyah-Aisyah yang mempunyai pemahaman yang luas dan mendalam tentang agamanya.
Duhai ukhti muslimah, didik putra-putrimu agar mengenal Allah dan taat pada-Nya, agar gemar membaca dan menghafal kalam-Nya. Ajarkan mereka mencintai Rasulullah dan meneladani beliau. Bekali dengan akhlaq imani, mencintai sesama, menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Sehingga akan bermunculan kembali Khonsa-Khonsa yang mencetak para syuhada.
Mendidik anak-anaknya
Preparing a bank loan proposal needs an experinced accountant to make sure a 100% success.
Contact EMC at excel.emc@gmail.com .
Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts
Tuesday, September 14, 2010
Thursday, January 28, 2010
Mendidik Anak Sejak Kandungan

SINOPSIS BUKU -
Sejak abad pertama (dakwah) Islam hingga saat ini para cendekiawan muslim terus berupaya memaparkan pendapat dan pandangan mereka sekaitan dengan pendidikan dan pembinaan dengan inspirasi dan bantuan al-Quran dan Hadist. Buku ini mengajarkan langkah demi langkah sekaitan tugas dan tanggungjawab orangtua dalam mempersiapkan generas yang sehat dan berguna bagi masyarakat.
Sumber: http://www.bukukita.com/reviewbuku.php?idBook=20081
Nota:
Sesiapa yang telah membaca buku di atas, harap dapat dikongsi isinya.
TQ
Wednesday, January 27, 2010
Makanan Baik Untuk Bayi
Makanan Bagi Bayi Menurut Hadis antaranya,
Buah Pir
a) Keelokan rupa si anak dapat disebabkan oleh buah pir yang dimakan ayahnya.
b) Ibu hamil jika diberika buah pir maka akan menghasilkan anak yang rupawan.
c) Dengan memekan buah pir, ibu hamil akan membuahkan akhlak yang baik bagi si anak.
d) Buah pir bermanfaat untuk kekuatan jantung, kebersihan lambung dan hati, keberanian, dan wajah rupawan bagi bayi.
e) Buah pir dapat membersihkan hati, dan dengan izin Allah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit dalaman.
Di samping itu, buah pir juga mengandungi vitamin B1, B2, B6, C, seng dan kapur.
Buah Delima
a) Makan delima akan emnghasilkan anak yang tampan (baik rupa).
b) Adalah baik makan delima di hari Jumaat pada pagi hari sebelum sarapan.
c) Delima amat bermanfaat untuk menghilangkan rasa mual dan muntah.
d) Ia juga sangat baik bagi orang yang memiliki masalah kurang darah, dan bawasir.
e) Siapa saja yang memakan satu buah delima, maka hatinya akan terang dan akan menyingkir darinya was-was setan selama 40 hari.
Sumber: Anakku, Ibu Mencintaimu..
Buah Pira) Keelokan rupa si anak dapat disebabkan oleh buah pir yang dimakan ayahnya.
b) Ibu hamil jika diberika buah pir maka akan menghasilkan anak yang rupawan.
c) Dengan memekan buah pir, ibu hamil akan membuahkan akhlak yang baik bagi si anak.
d) Buah pir bermanfaat untuk kekuatan jantung, kebersihan lambung dan hati, keberanian, dan wajah rupawan bagi bayi.
e) Buah pir dapat membersihkan hati, dan dengan izin Allah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit dalaman.
Di samping itu, buah pir juga mengandungi vitamin B1, B2, B6, C, seng dan kapur.
Buah Delimaa) Makan delima akan emnghasilkan anak yang tampan (baik rupa).
b) Adalah baik makan delima di hari Jumaat pada pagi hari sebelum sarapan.
c) Delima amat bermanfaat untuk menghilangkan rasa mual dan muntah.
d) Ia juga sangat baik bagi orang yang memiliki masalah kurang darah, dan bawasir.
e) Siapa saja yang memakan satu buah delima, maka hatinya akan terang dan akan menyingkir darinya was-was setan selama 40 hari.
Sumber: Anakku, Ibu Mencintaimu..
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ayataul Qursi
Glorified and Exalted is He.
Al Baqarah II: verse 255
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)
Infallible Wisdom
The Messenger of God (peace be upon him and his progeny) said:
"Allah rejoices at the repentance of His servant more than the barren rejoices for having a child, and more than the lost one who finds his way, and more than the thirsty one who finds water."
(Kunzul Ummal)
"Allah rejoices at the repentance of His servant more than the barren rejoices for having a child, and more than the lost one who finds his way, and more than the thirsty one who finds water."
(Kunzul Ummal)

