Pages

Wednesday, March 3, 2010

Akhlak Buruk Menyebabkan Siksa Kubur

Sa’adz bin Muadz adalah sahabat setia Nabi. Beliau termasuk orang yang ikut dalam Perang Khandak. Pada perang itu, sebuah anak panah menancap dalam di tubuh nya. Ketika itu dia berdoa.. "Ya Tuhanku, jangan biarkan aku mati sampai aku melihat kekalahan Yahudi ini [Bani Quraizhah] ". Seketika itu juga darah yang mengucur perlahan berhenti. Sampai akhirnya Yahudi Bani Quraizhah takluk di tangan Muslim, luka itu tidak mengeluarkan darah setetespun. Tidak lama berselang.., setelah Sa’adz menyaksikan kemenangan yang dimintanya, darah mengucur keluar dari bekas lukanya itu hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Nabi langsung memimpin penguburan mayatnya. Ibu Sa’adz gembira karena menyangka anaknya syahid di jalan Allah. "Selamat wahai Sa’adz…Ridha lah dengan surga yang di janjikan Allah..” seru ibunya. RAsul SAAW mengernyitkan keningnya…” bagaimana ibu tahu soal itu.. " Sa’adz sedang di himpit di kubur nya ” sabda RAsul. Orang2 bertanya, mengapa Sa’adz di himpit di kuburnya…padahal ia termasuk orang baik, beriman dan berjihad ?  

Rasul mengatakan…ada suatu masa dalam hidupnya, dimana ia sangat keras dan kasar terhadap istri dan anaknya..”

ahli-kubur

- Kitab Safinat al-Bihar, Jil. I

- Bihar Al-Anwar, Jilid 3

Sumber: imamchannel.wordpress.com

No comments:

Ayataul Qursi
Glorified and Exalted is He.
Al Baqarah II: verse 255

Ayataul Qursi <br>Glorified and Exalted is He. <br>Al Baqarah II: verse 255
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)

Infallible Wisdom

The Messenger of God (peace be upon him and his progeny) said:

"Allah rejoices at the repentance of His servant more than the barren rejoices for having a child, and more than the lost one who finds his way, and more than the thirsty one who finds water."

(Kunzul Ummal)

widgeo